Kamis, 26 April 2012

Hubungan Sholat SUBUH dan KESEHATAN

DR. Dr. Barita Sitompul. SpJP

Assalamualaikum Wr Wb.

Setiap pagi kalau kita tinggal di dekat masjid maka akan terbangun mendengar azan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan sholat subuh. Bagi mereka yang beriman akan melemparkan selimut, segera berwudhu dan sholat baik di rumah masing-masing atau ke mushola/masjid terdekat dengan berjalan kaki. Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan menyuruh kita bangun pagi dan sholat Subuh?

Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentu akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat sholat subuh itu. Di bawah akan diulas sedikit mengenai manfaat sholat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu.

Dalam azan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah "Ash Shalatu Khairun Minan Naum" Arti kalimat itu adalah Shalat itu lebih baik dari pada tidur.

Pernahkan kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat Ash Shalatu Khairun Minan Naum? Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang tidur lelap, dan bukan pada azan untuk sholat lain?

Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa sholat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Apapun perintahNya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi di sisi mana manfaat itu?

Apa supaya punya waktu banyak untuk mencari rezki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulu belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan jantung/kardiovaskular masih menarik untuk dicermati.

Untuk tidak berpanjang kata maka dikemukakan data bahwa sholat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan jantung/kardiovaskular.

Kesimpulan ini didasarkan atas 3 hasil penelitian/studi yang berbeda-beda. baik itu riset dasar, epidemiologis maupun riset fisiologi. Pada penelitian epidemiologis klinis dalam skala besar yang melibatkan jumlah ribuan pasien (Penelitian MILIS, Penelitian GISSI 2) dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah China : YANG) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.

Pada tegangan saraf parasimpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung dan nadi kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah keperut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.

Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai pukul 12 siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan kadar hormon noradrenalin, suatu zat kimia dalam tubuh yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) serta meningkatkan sifat pembekuan darah (meningkatkan agregasi trombosit yaitu sifat saling menempel satu sama lain pada sel trombosit agar darah membeku, ingat saja kalau kita mengalami perdarahan karena pisau maka tidak lama darah akan membeku dan luka tertutup) dan ini terjadi pada dini hari saat kita tertidur lelap.

Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circadian/Ritme keseharian, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya?. Hanya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini.

Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat Ash Shalatu Khairun Minan Naum? Sholat subuh lebih baik dari tidur? Pendekatan ilmiah untuk menerangkan hal ini dapat diuraikan secara tidak langsung melalui penelitian Dr. Furgot dan Zawadsky yang pada thn 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diselidikinya (dikerok).

Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yang disebut asetilkolin. Pada penelitian ini dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin.

Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran "Jadi itulah yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu". Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada di dalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Dr. Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik oksida.

Ketiga peneliti itu Dr. Furchgott, Dr. Ignarro serta Dr. Murad mendapat hadiah NOBEL, (suatu penghargaan bagi mereka yang menemukan suatu yang spectaculer bagi kehidupan manusia) dalam bidang kedokteran tahun 1998, (jadi masih hangat karena baru 7 tahun yang lalu).

Zat NO selalu diproduksi oleh tubuh kita, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksinya dapat ditingkatkan oleh obat (antara lain oleh obat golongan nitrat- semacam obat untuk penyakit jantung) tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dan olah raga. Efek Nitrik oksida (NO) yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita. Jadi kalau kita bangun tidur pada pagi buta lalu bergerak, saat dimana tamu yang tidak kita inginkan yaitu hormon noradrenalin selalu saja datang pada saat tersebut, maka hal itu akan memberikan pengaruh yang baik pada pencegahan gangguan penyakit jantung/kardiovaskuler. Naiknya kadar NO dalam darah karena bergerak/exercise/olah raga antara lain yaitu karena wudhu, sholat sunnah dan wajib, apa lagi bila disertai berjalan ke masjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular. Apalagi biasanya orang setelah sholat subuh tidak tidur lagi tetapi mengerjakan apa saja yang juga dengan bergerak. Terlebih baik lagi bila mereka berolah raga. Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis. (yang melawan efek tonus simpatis) .

Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaanNya selalu bekerja dalam berpasangan pasangan, siang >< malam, panas >< dingin dan zat NO melawan zat anti NO. Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan sholat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya.

Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.

Mudah-mudahan sejak saat ini kita selalu sholat subuh didahului dengan sholat sunnah dan kalau dapat shalat di mesjid. Selamat sholat subuh dengan penuh syukur pada ALLAH akan karuniaNya ini.

Amien

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar